my fave song

Sunday

Benda ajaib ; formalin

Hari ini aku mendapatkan informasi lagi mengenai penyalahgunaan formalin kedalam makanan. Serem juga ya. Nampaknya penggunaan formalin dalam makanan sudah menjadi hal yang lumrah dalam industri makanan. Sudah bukan hal yang luar biasa lagi manakala kita menemukan berita mengenai penggunaan bahan-bahan kimia berbahaya jika tidak sesuai prosedur ataupun skala yang sudah ditentukan oleh pihak-pihak yang memiliki kompeten dalam masalah ini.
Salah satu berita yang membuat saya jengah adalah ikut-ikutannya para pengusaha kecil menggunakan bahan-bahan kimia pada produknya, sebut saja siomay, otak-otak, jajanan ringan, hingga buah-buahan yang dijual yang katanya selain memakai lilin juga menggunakan formalin. Ngerti sih kalo maksud mereka adalah biar produknya nggak cepat busuk or kadaluarsa so mereka menggunakan bahan-bahan tersebut dengan tujuan mematikan mikroorganisme yang menyebabkan pembusukan pada makanan. Sedih ya, kita sih mau membantu mereka dengan jalan membeli produk yang mereka jual, setidaknya kita membantu pemasukan mereka. Tapi saudara-saudara; aku jadi bertanya dalam hati, apakah mereka juga peduli dengan kesehatan tubuh para konsumennya? Sampai saya berkelakar dengan adik saya; Dek, kalo lama-lama kayak gini, yakin deh, yang pengusaha tanah kuburan bakal merugi karena mayatnya bakal awet karena didalam tubuhnya telah terkandung kadar formalin berlebih. Tanpa pengawetpun, sepertinya para dokter sudah bisa mengawetkan organ-organ tubuh yang telah terkontaminasi dengan bahan ajaib itu. Begitulah jika benda ajaib digunakan oleh orang yang tak berilmu maka yang terjadi adalah kerusakan bukan? Itulah sebabnya, akan lebih baik jika generasi yang terlahir saat ini mengenal ilmu sains agar mereka bisa memikirkan dampaknya untuk manusia yang lain.
Saya cukup terkejut manakala kelakar saya ditanggapi panas oleh beberapa orang tetangga saya dan saya menebak, mungkin mereka pedagang kali. Jujur saudara-saudara, ketersinggungan mereka tak beralasan dibandingkan dengan dosa akibat imbas perbuatan mereka, ya nggak? Dan terpikir oleh saya, siapa yang memberitahu kelebihan benda ajaib itu kepada para pengusaha kaki lima or produsen makanan kecil lainnya? Tidakkah mereka perhitungkan dampaknya pada kesehatan, pada sosial, pada keberlangsungan generasi yang akan lahir? Melihat hal itu, telah menguatkan asumsiku betapa pentingnya pendidikan di segala status sosial, baik miskin maupun kaya. Karena kurangnya keterampilan, membuat mereka memilih jalan yang curang. Sama curangnya dengan para koruptor. Bedanya para koruptor merusak tatanan ekonomi sosial, sedangkan mereka merusak kesehatan (anugrah terbaik yang diberikan Alloh SWT) tanpa mereka sadari. Dan tidakkah seharusnya mereka interospeksi pada diri mereka sendiri ketimbang menyalahkan orang lain?
Terpikir pula bagiku, karena kurangnya keterampilan mengubah mereka menjadi pencopet, maling, PSK, germo dan profesi negatif yang lain yang baik itu sosial maupun agama sama sekali menganggap itu bukanlah sebuah profesi walau itu mendatangkan uang dan kekuasaan, ya nggak? Tapi, apalah daya, aku tak punya waktu, apalagi dana, pun dengan kesehatanku. Namun aku tetap akan bermimpi suatu saat, akupun bisa merangkul generasi dari kalangan bawah agar tidak menjadi seperti generasi-generasi mereka yang sekarang.

Thursday

Aku punya pengalaman baru. Pernah kecopetan ? Nah, inilah yang saat ini kualami.
Aku sendiri bertanya dalam hati, "harusnya yang namanya bulan februari tuh bulannya kasih sayang karena ada valentine's day... (cieehh suit..suit... walau aku nggak ikut ngerayain sih), namun nyatanya tetap aja ada yang ngejahilin aku and buat aku susah karena mesti ngurus kartu-kartu yang berhubungan dengan hidupku. Deuh nasib.. nasib...
Tau nggak, didalam dompetku tuh, banyak banget kartu nebeng disana, ada KTP, Kartu ATM, Kartu NPWP, Kartu Anggota Perpustakaan ampe Kartu buat mendeteksi tingkat stress seseorang, hehehhe... ane punya barang canggih, hadiah dari ikut seminar yang diadain para dokter-dokter keren... Psstt, dokter-dokter muda sekarang keren keren lho >,< ... Mudah-mudahan keren juga hatinya. Amin.
Kejadiannya adalah ketika aku hendak berangkat ke tempat kerjaku. Aku menunggu di halte pasar rumput. Awalnya aku mau naik kopaja namun urung kulakukan dan kuhampiri ojek yang mangkir tak jauh dari halte itu and sukseslah aku berangkat tepat waktu ke madrasah. Maksud hati aku berangkat naik ojek supaya terhindar dari point merah keterlambatan namun yang kudapat adalah... Aaaaaaaahh, dompetku hilang... T_T
Untung ojeknya baik, mau diutangin dulu ma aku, but alhamdulillah aku udah bayar utangku saat waktu perpulangan tiba. Untungnya, uang yang kupunya, kupencar-pencar, tidak kusimpan didompetku saja, tapi, dasar sial, tetap aja aku kerepotan ngurus kartu-kartu berhargaku seperti KTP dan Kartu ATM, Beuuuhh..
Untung para aparat pemerintahan di tempatku seperti pak RT and para pejabat kelurahan mau membantuku mengurus pergantian KTPku yang berarti nomor NIKnya pun berganti. Akhirnya, jadilah aku punya KTP baru dengan foto dan NIK baru, mungkin hikmahnya foto di KTPku sedikit berwibawa daripada foto di KTPku yang lama wahahahaha XD
Begitupun dengan polisi yang mengurus surat keterangan barang hilang.. Senangnya, dipermudah gitu. Ampe di print 3 lembar. Thank's ya pak polisi. Satu buat ngurus KTP-ku, satu buat ngurus kartu ATM and satu lagi juga buat kartu ATM, and akhirnya aku nggak bisa leluasa mengambil uang yang kumiliki lantaran belum terbitnya kartu ATM baru. Sedih deh :-(
Yah, mungkin hikmahnya adalah aku jadi lebih terkendali dalam pengeluaranku, terutama buat cemilan. Aku suka cemilan, walaupun kutahu diriku tidak sesehat orang-orang jika di bulan februari. Why ? Karena bulan februari adalah musim dinginnya Indonesia dan aku alergi dingin. Bener-bener deh diriku. Andai kamu tahu, begitu banyak pantangan mulai dari harus kurangi makan es krim, coklat, rambutan, kurangi capek, stres, bau-bauan, hindari dingin, nggak boleh minum kopi lagi plus soft drink. Nyiksain banget khan. hhuhhuuu...
Meskipun begitu, terkadang aku rada-rada bandel. mumpung adekku and mama nggak ada disampingku, kuhajar aja apa yang menjadi pantangan bagiku. Habis enak sih. Well, memang enak namun tetap resikonya kutanggung sendiri. Karena kulanggar pantangannya, maka batukku nggak bisa hilang sepenuhnya. Bundaku ampe marah-marah. Kubilang pada bundaku; Apa boleh buat bunda, udah waktunya aku batuk lagi, khan aku alergi dingin. But, bunda tetap pada pendiriannya, bahkan ampe menyalahkan Qithun (kucingku yang mungil) berikut adik-adikku. Qithun yang malang... Gomennasai ne Neko-chan... ^ ^
Karena batuk, begitu banyak obat yang harus kumakan dan imbasnya mengenai organ pencernaanku. Aku jadi rentan dengan yang namanya Asam lambung or orang mengenalnya dengan sakit Maagh. Meskipun bukan maagh akut, namun tetap kalo dah mulai nih asam lambung naik, jangan tanya gimana rasanya. Beuuhh... kalo boleh tukeran tubuh, tukeran tubuh deh, tapi itu nggak mungkin khan and nggak mungkin juga kulakukan. Apa hal?
Pertama, itu diluar kewajaran bahkan dizaman secanggih ini, hal itu tetap tak bisa dilakukan.
Kedua, masak sebagai muslimah nggak bisa mensyukuri nikmat. Bahkan penyakit itu nikmat. Seperti halnya Nabi Ayyub As. So, bertambah lagi caraku mendapatkan pahala dari sisi yang lain. Namun, tetap, sehat itu adalah kenikmatan tiada tara. bermimpilah orang-orang yang masih memiliki kesehatan dan jangan sampai kalah oleh orang-orang yang walaupun kurang sehat tapi masih tetap bermimpi dan mengejar asa. Seperti akyu >.<
Well, sementara aku menunggu kartu ATMku jadi, aku mulai berhemat dengan uang yang kupunya saat ini. Sedih ya. Ibarat uangnya ada didalam kamar tapi kunci kamarnya hilang dan mesti dibuat yang baru. Moga kuncinya yang lama udah kadaluarsa and nggak ngerespon permintaan orang yang mungkin memakainya nun jauh disana.
Hei, para pencopet, daripada kartunya nggak kepakai and akhirnya berakhir di tempat sampah, mendingan kamu pulangin deh kartu-kartunya. repot tau ngurus kartu-kartu macam gitu. Belum kartu NPWP. Bikin nyesek aja nih pencopet. Pantesan orang yang mencuri itu oleh agama manapun dikategorikan berdosa ya, sebab, secara sosial, perbuatan itu menyusahkan orang yang menjadi korbannya, ya nggak? Bener-bener menyusahkan deh.
Well, daripada mikirin itu, sekarang aku lagi mempersiapkan diri buat ikutan lomba cerpen majalah BOBO yang ditujukan buat para guru. Aku berharap aku bisa jadi juara pertama yang berarti sedikit mengobati rasa kesalku karena kehilangan kartu-kartuku yang berharga.
Berharap boleh ya nggak !!!??/

Monday

Opiniku ; Tragedi di halte tugu tani

Berita mengenai tabrakan di sebuah halte yang terletak tak jauh dari tugu tani membuat semua orang terhenyak. Pasalnya dalam tabrakan itu, tak kurang dari 9 orang harus merelakan nyawanya dan pergi menghadap sang Khalik. Tak pelak, aksi ini mengundang begitu banyak reaksi yang beragam.
Menurutku, Indonesia merupakan negara yang masih mengandung adat ketimuran, walaupun budaya barat telah menggerus tak sedikit adat-adat ketimuran (yang tadinya tabu sekarang menjadi biasa-biasa saja), namun tak dapat disangkal, bahwa sikap toleransi dan tolong menolong telah mengakar dalam budaya bangsa kita.
Reaksi beragam mencuat, mulai dari mengecam aksi sang pelaku, tabur bunga hingga doa bersama di TKP (Tempat Kejadian Perkara), imbasnya juga beragam, mulai dari yang negatif seperti jalanan macet hingga yang positif yakni tambahan rejeki bagi para pengusaha kaki lima.
Namun, bagiku, opiniku, mungkin sedikit berbeda dengan teman-teman sesama bloggers, karena aku mencermatinya dari sisi ilmuku (baik agama maupun sosial), dan ada sedikit kekhawatiran dari diriku melihat reaksi masyarakat yang bagiku terkesan berlebihan dalam melakukan ritual keagamaan.
Saya khawatir akan budaya musyrik lantaran momentum yang didapat dari kejadian ini. Banyak hal yang ditemukan ditempat tersebut seperti makanan kecil yang diletakkan begitu saja setelah pelayat selesai berdoa (baca ; http://www.detiknews.com/read/2012/01/27/164532/1827385/10/doa-wanita-tua-dan-makanan-ringan-misterius-di-lokasi-xenia-maut) atau melakukan ziarah dengan cara yang tidak dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, belum lagi ajang mengecam seseorang karena aksinya. Apakah ini benar-benar gambaran Islam di Indonesia saat ini ? Ataukah ini gambaran nyata dari sebuah kata yang bernama degradasi iman ?
Mungkin ini hanya prasangka saya dan saya berharap 100 % saya salah. Saya khawatir, momentum seperti ini dijadikan alat untuk bisnis klenik seperti yang digambarkan dalam PPT 5 (Para Pencari Tuhan Jilid 5) yang mana pak RT menjadikan kuburan Baha menjadi tempat ziarah kramat, bukankah itu menjurus pada musyrik, suatu hal yang jelas-jelas dilarang Alloh SWT dan dosa besar bagi yang mengerjakannya. Tapi, seperti yang saya tuliskan sebelumnya, mudah-mudahan 100 % saya salah.
Pun halnya dengan hiasan-hiasan di sekitar tempat kejadian perkara. Saya pernah mendengar dari ustadz saya bahwa tidak diperkenankan seorang muslim menghias kuburan atau bermegah-megahan dalam membangun sebuah kuburan (dalam hal ini membuat bangunan untuk sebuah makam). Bahkan fotopun tidak dipajang di nisan orang-orang muslim (mungkin ada hikmah yang belum kita ketahui mengenai hal ini). Mengingat hal tersebut, otak saya tergelitik untuk bertanya, bagaimana dengan apa yang dilakukan dalam doa bersama, yang menghias halte tersebut. Well, mungkin semua kembali kepada niat yang melakukan, dan seperti yang trtulis sebelumnya, saya berharap 100 % bukan itu niat saudara-saudara seAdam saya melakukan ritual itu.
Ada beberapa reaksi yang bagi saya cukup positif, contoh doa bersama (baca : http://www.tribunnews.com/2012/01/24/ratusan-siswa-sd-berdoa-untuk-korban-tugu-tani)
Disalah satu page yang saya baca ini, saya bersyukur karena ada nilai edukasi dan nilai preventif untuk kedepannya bagi generasi berikutnya. Saya juga setuju bahwa momentum ini adalah saat yang tepat untuk kembali meninjau langkah kita pada arus transaksi narkoba dan miras, bukannya menjadi ajang menggunjing atau ghibah.
Semoga tulisan ini dapat memberikan gambaran yang lain dari sisi yang lain. Tak ada salahnya untuk bertoleransi dengan berdoa bersama, namun sebagai muslim, saya benar-benar berharap agar setiap langkah kita sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW dan sesuai dengan ajaran agama. Meskipun demikian, kekhawatiran saya sedikit dapat saya tekan. Pasalnya, lokasi itu dekat dengan 2 lembaga yang memegang hak veto untuk masalah keagamaan yakni Departemen Agama dan Masjid Istiqlal. Oleh karenanya, dalam tulisan ini, saya menghimbau agar mereka mengawasi kegiatan-kegiatan keagamaan agar masyarakat tak terjebak dengan bahaya musyrik.

Tuesday

Terima kasih untuk semuanya.
Betapa Alloh SWT begitu menyayangiku. Syukur Alhamdulillah.
Aku pasti akan membenahi diri dan berusaha untuk menjadi yang terbaik.
Hanya Tuhan (Alloh SWT) yang bisa membalas semua belas kasih yang diberikan.
Semoga berkah selalu melimpah kepada hamba-hambaNya yang suka menolong.

Jazakalloh khoiron katsir.
Didunia ini, tiada manusia yang sempurna. Yang ada adalah manusia yang berusaha dan mau memperbaiki diri. Perbaiki... perbaiki... dan perbaiki... Insya Alloh akan kita temukan hikmah yang terbaik untuk diri kita masing-masing.
Syukron Katsir..

Monday

Curhatku di hari senin

Astaghfirullah, hari ini sebenarnya menyenangkan, namun entah sampai kapan partnerku itu bisa nerubah sikapnya yang kekanak-kanakkan.
Menurutku, sebenarnya beliau adalah orang yang berkompeten bila beliau mau bekerja sama dengan orang lain, bukannya malah membuka bisnis sampingan dan meminimalkan usahanya dalam mengelola kelas.
Capek. Bener-bener capek bekerja sama dengannya. Mudah mengeritik orang lain namun tidak berperan dalam pelaksanaan pengelolaan kelas. Kenapa aku berpartner pada orang yang inisiatifnya rendah. Bukannya turun tangan dalam menangani kelas yang tiba-tiba ribut, tapi hanya mendiamkannya saja, seolah-olah ini pekerjaan satu orang.
Ya Alloh, aku bener-bener berusaha sabar menghadapi orang ini. Semoga Alloh SWT memberikan pahala untuk kesabaranku. Kenapa aku mesti berpartner dengan orang yang individual. Individu banget malah. Kalau dia memang nggak suka dengan sistem di sekolah ini, harusnya dia berbicara, melakukan pendekatan persuasif, bukannya menyalahkan keadaan.
Beginilah kalo berpartner pada orang yang memiliki dendam di masa lalu ketika dia bekerja. Dia nggak sadar bahwa pilihannya membuat orang disekitarnya nggak nyaman, walau bagiku, aku berusaha berpikir positif bahwa semua ini akan mengasah diriku untuk lebih memaksimalkan kinerjaku di masa depan.
Pengen deh aku ngomong, 'Pak, kelas tuh nggak bisa dikelola sendiri. Kalo bapak nggak suka dengan gaji bapak yang sekarang, kenapa nggak berinisiatif untuk mengambil alih sedikit tanggung jawab yang dibebankan pada guru tematik?'
Bener-bener bebal nih orang. Kenapa inisiatifnya rendah? Dan kenapa pula kalau dia udah setengah hati disini tidak berpindah kerja ke tempat yang lain?
Semoga Alloh SWT memberiku kekuatan dalam menghadapi situasi saat ini. Beliau tidak belajar sama sekali dari pengalamannya dimasa lalu. Mungkin tepat dugaanku bahwa beliau memiliki rasa superior terhadapku, walau yaa.. aku akui sih ini hanya prasangkaku saja.
Alloh SWT Maha Adil. Biarlah aku bekerja dengan giat di 6 bulan kedepan dan semoga ini menjadi pembelajaran bagiku untuk mandiri menghadapi situasi ini. Aku yakin, beliau akan belajar dari kesalahannya dan aku belajar untuk memperbaiki diriku.
Apakah pimpinan tak melihat? Aku yakin pimpinan melihat dan merasakan. Aku tak tahu bagaimana tanggapan mereka, namun aku yakin yang namanya pimpinan pasti melihat kinerja kita. Ya Alloh, aku harap kesabaran dalam menghadapi situasi saat ini serta keikhlasanku dalam menjalaninya. Sesungguhnya Engkau Maha Adil. Jangan biarkan diriku buta dengan prasangka yang mengakibatkan diriku tak mampu mengenali hikmah yang sedang terjadi. Amin.

Friday

Alhamdulillah, hari ini aku berhasil melaksanakan tugasku sebagai wali kelas sekaligus pengajar di kelasku.Sebuah keajaiban karena meskipun badanku belum begitu fit dan tanpa kehadiran teman rekan seperjuangan, aku berusaha maksimal untuk menyukseskan hari ini.
Aku bersyukur karena aku tidak merasa sendirian di sini. Ada teman-teman yang menyokongku, juga dukungan orangtuaku, keceriaan anak-anak serta perhatian dan kebijakan dari para orangtua mengingat kondisiku yang habis dibekam. Entah mengapa cuaca begitu dingin menggigit tubuhku. Aku coba beradaptasi karena hal itu diharuskan demi menjadi seorang profesional. Siapa sih seorang profesional yang tidak mengalami kendala di tempat kerjanya. Aku pun demikian.
Kalau kata orang, aku ini kurang terbuka. Ya, memang aku kurang terbuka karena aku sendiri tidak ingin membesarkan masalah yang aku tangani saat ini. Aku coba untuk meredam walau rasanya tertekan dengan ketidaknyamanan sifat temanku. Tapi, tetap, aku berpegang pada kata-kata ibuku ; 'Jika kita membantu orang lain, pastilah Alloh SWT akan membantu kita karena dalam hablun minannaas ada hablun minalloh'
Kata-kata memang memiliki imbas didunia ini. Ya, kuakui. Namun bagiku, kata-kata tak lebih dari sekedar makhluk yang kita ciptakan dan akan berimbas pada diri kita sendiri. Itulah kelebihan kita sebagai manusia. Menciptakan makhluk yang bernama kata-kata dan nantinya akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat nanti.
Namun apalah kata bagiku. Yang akan kuperlihatkan pada kawan-kawan seperjuanganku adalah kemampuanku, bukti kongkrit yang tercipta dilapangan. Terus terang, aku lebih banyak berinisiatif menantang diriku mengambil hal yang 'lebih' lagi. Aku berharap teman-teman tidak memandang itu sebagai bentuk pamer karena niat yang kuciptakan di hati adalah bentuk ibadah pengabdian kepada Alloh SWT.
Aku bangga bekerja di sebuah masjid dan menjadi seorang pengajar. Hanya segelintir orang yang diberi amanah untuk memakmurkan masjid dan aku beruntung karena menjadi segelintir orang itu.

Sunday

tulisan pertamaku di 2012

Ditahun ini aku memiliki sejuta mimpi yang ingin kugapai. Salah satunya pergi ke tanah suci. Ingin menyentuh dinding Ka'bah. Semoga aku bisa mewujudkan rencanaku ini. Amin.
Aku juga ingin menjadikan blogku sebagai ladang penghasilan tambahan untukku, walau aku masih buta dengan yang namanya dunia maya. Disatu sisi, aku juga kurang begitu yakin akan kejujuran sistem dunia maya, karena sampai saat inipun belum ada penghasilan dari dunia maya yang sampai padaku. Entah blog maupun jualanku didunia maya ini.
Mungkin kurangnya pengetahuan, waktu dan pengalaman, membuatku agak kebingungan. Maka kuputuskan untuk menunda hal tersebut dan fokus pada pekerjaan utamaku yakni menjadi seorang guru profesional, tak tergantung pada mood rekan kerja dan terus berdoa serta yakin bahwa Alloh SWT mengawasiku dan selalu adil padaku. >.<
Udah cukup lama kugunakan blog sebagai wadah eksistensiku, namun hanya sebagai eksistensi. Bagiku, itu adalah target lama yang telah kulampaui. Melihat begitu banyak orang mampu mengeruk rupiah dari hobi mereka mengisi blog, aku dengan sendirinya memiliki keinginan yang sama. Kulakukan cara yakni dengan memasang embed-embed usaha lokal di blogku, namun seiring berjalannya waktu, aku mulai skeptis karena aku nggak tahu berapa banyak orang yang meng-klik iklanku perhari, karena aku sendiri nggak bisa memastikannya. Keuntungannya hanya dari satu pihak saja (karena aku sendiri nggak bisa memastikan jumlah orang yang meng-klik). Kuputuskan untuk menghapus embed-embed itu. Aku kosongkan rekening bank, tempat aku dan pihak kedua akan menyerahkan sejumlah rupiah jika ada orang yang mengklik iklan mereka sesuai kesepakatan, dan tak kubuka lagi akun tempat aku mengcopy embed-embed iklan itu.
Mungkin aku tipe orang yang tak sabaran karena apa yang kubaca tak sesuai dengan realitanya sehingga kuputuskan untuk membuang embed-embed itu dari blogku. Atau karena aku tak begitu mengerti cara bertransaksi didunia maya itu, walau kutahu yang memilih hasil karya yang bisa dinikmati secara free or ada costnya selalu diberikan secara berbeda didunia maya. Akunya aja yang mungkin nggak paham atau kelewat antusias menggunakan benda ajaib ini.
Satu hal yang pasti, menulis tetap kulakukan walau hanya sembari saja. Tapi, aku juga akan belajar banyak untuk setidaknya tahu aturan sebelum bertindak. Mengetahui aturan sebelum menulis sesuatu lalu mempublikasikannya.
BTW, aku ingin tahu apa itu hak paten? Digunakan untuk produk apa saja? Bagaimana keuntungannya?
Well, saat ini, pikiranku kemana-mana. Berpikir dan terus berpikir. Bagaimana mencari ilmu yang kubutuhkan? Sambil mencari, tetap kupraktekkan ilmu yang kudapat dari pengalamanku. Seperti yang tertera diatas. Saat ini, aku akan menapaki jalan sebagai guru pro sebuah sekolah. Itulah yang kutanamkan dalam alam pikiranku. Menulis nomor dua, mengajar nomor pertama. Insya alloh, dari mengajar, akan kutuliskan pengalaman-pengalaman menarikku, baik yang bagus maupun buruk, dalam rangka memotivasi para guru dalam menjalani hidup. Memang, hidup nggak selamanya indah. Ada waktu kita merasa menjadi yang terbaik dan ada waktu dimana kita merasa membuat kesalahan dan merasa terpuruk dalam kesalahan itu, namun tanpa kesalahan, kita nggak akan dapat pelajaran.
Well, itulah tulisanku. Kalau ada yang tahu apa itu hak paten, mohon jadilah teman facebookku. Kalau ada yang tahu bagaimana cara mendulang rupiah dari iklan para sponsor, ajarkan padaku, tapi sponsor yang jujur ya, karena didunia maya ini, kita tidak tahu siapa yang duduk di balik kompi dan apakah mereka-mereka itu adalah orang-orang yang jujur, tak tahulah aku.
OK, sampai ketemu di tulisan yang akan datang.