Posts

Setitik asa dipenghujung kalbu

Tahun 2005 - 2006 Riwayatku terulang kembali Walau dalam bentuk berbeda Tak perlulah bukti kasat mata Bagiku ... Hati mampu melihat jelas Bilakah anak cucu Adam bertanggung jawab ? Bilakah ? Cukup bagiku, iman.. Tanah suci menantiku Janji yang kuucapkan di sepertiga malamku Tuhan ... Lindungi aku JanjiMu itu pasti Cukuplah Engkau saja Tahun 2005 - 2006 Walau telah lama berlalu Beribu pilihan kujalani Menyelami detik demi detik Segaris hubungan telah berlaku Mengantarku untuk memilih Pilihanku sesuai dengan janjiku Visiku... Keyakinanku... Cita-citaku... Akulah batu kerikilmu Kuyakin kau takut akan diriku Namun bukan fisik yang kau takuti Melainkan pertanggungjawaban Yang tak sanggup kau emban Bagiku Cukup Tuhanku Tempatku mengadu Remehkanlah kekuatan hati Kau kan terpental jauh saking dahsyatnya Pujalah logika yang kau punya Akan tiba saat hari Dimana ia akan mengecewakanmu Bagiku, cukup Tuhanku Tak takutkah kau akan tuntutanku ? Tak perlulah ...
Sabtu nanti adalah pengalaman baru untukku Pun halnya dengan Jum'at besok... Entah apa yang akan terjadi, masih akan menjadi sebuah misteri namun yang pasti Alloh Maha Baik, Maha Adil dan Maha Bijaksana
Akhirnya aku mengerti apa yang aku cari.. This time for improve my destination
Kadang menjadi orang baik saja tak cukup untuk selamat didunia dan akhirat, karena perlu bagi kita untuk menerapkan prinsip-prinsip yang terdapat dalam Al-Qur'an. Entah itu prinsip jujur, tanggung jawab, istiqomah, qana'ah, sabar, apapun itu, aku sudah melakukannya. Memang berat saat kita memulai, namun jika kita niat untuk mencapai ridho Alloh, maka Alloh akan berikan kita keberanianNya, kecerdasanNya, kesabaranNya, kepintaranNya. Saat kita menyadarinya, maka kita akan semakin cinta kepadaNya, yang menggenggam jiwa kita seutuhnya. Adalah sebuah pengalaman yang berharga ketika kita diberi sebuah ujian, yakni apakah kita meminta perlindunganNya ataukah kita hanya mengandalkan akal dan diri kita saja tanpa meminta perlindungan kepadaNya. Jujur, saat diberi masalah, saat itulah terasa kebutuhan kita pada Tuhan. Jujur, kecintaanku datang padaNya manakala masalah datang dan kucoba melibatkan diriNya dalam proses pencarian solusi. Maka duhai para musafir, yang berjalan di muka bumi. ...

Benda ajaib ; formalin

Hari ini aku mendapatkan informasi lagi mengenai penyalahgunaan formalin kedalam makanan. Serem juga ya. Nampaknya penggunaan formalin dalam makanan sudah menjadi hal yang lumrah dalam industri makanan. Sudah bukan hal yang luar biasa lagi manakala kita menemukan berita mengenai penggunaan bahan-bahan kimia berbahaya jika tidak sesuai prosedur ataupun skala yang sudah ditentukan oleh pihak-pihak yang memiliki kompeten dalam masalah ini. Salah satu berita yang membuat saya jengah adalah ikut-ikutannya para pengusaha kecil menggunakan bahan-bahan kimia pada produknya, sebut saja siomay, otak-otak, jajanan ringan, hingga buah-buahan yang dijual yang katanya selain memakai lilin juga menggunakan formalin. Ngerti sih kalo maksud mereka adalah biar produknya nggak cepat busuk or kadaluarsa so mereka menggunakan bahan-bahan tersebut dengan tujuan mematikan mikroorganisme yang menyebabkan pembusukan pada makanan. Sedih ya, kita sih mau membantu mereka dengan jalan membeli produk yang mereka ju...
Aku punya pengalaman baru. Pernah kecopetan ? Nah, inilah yang saat ini kualami. Aku sendiri bertanya dalam hati, "harusnya yang namanya bulan februari tuh bulannya kasih sayang karena ada valentine's day... (cieehh suit..suit... walau aku nggak ikut ngerayain sih), namun nyatanya tetap aja ada yang ngejahilin aku and buat aku susah karena mesti ngurus kartu-kartu yang berhubungan dengan hidupku. Deuh nasib.. nasib... Tau nggak, didalam dompetku tuh, banyak banget kartu nebeng disana, ada KTP, Kartu ATM, Kartu NPWP, Kartu Anggota Perpustakaan ampe Kartu buat mendeteksi tingkat stress seseorang, hehehhe... ane punya barang canggih, hadiah dari ikut seminar yang diadain para dokter-dokter keren... Psstt, dokter-dokter muda sekarang keren keren lho >,< ... Mudah-mudahan keren juga hatinya. Amin. Kejadiannya adalah ketika aku hendak berangkat ke tempat kerjaku. Aku menunggu di halte pasar rumput. Awalnya aku mau naik kopaja namun urung kulakukan dan kuhampiri ojek yang mangk...

Opiniku ; Tragedi di halte tugu tani

Berita mengenai tabrakan di sebuah halte yang terletak tak jauh dari tugu tani membuat semua orang terhenyak. Pasalnya dalam tabrakan itu, tak kurang dari 9 orang harus merelakan nyawanya dan pergi menghadap sang Khalik. Tak pelak, aksi ini mengundang begitu banyak reaksi yang beragam. Menurutku, Indonesia merupakan negara yang masih mengandung adat ketimuran, walaupun budaya barat telah menggerus tak sedikit adat-adat ketimuran (yang tadinya tabu sekarang menjadi biasa-biasa saja), namun tak dapat disangkal, bahwa sikap toleransi dan tolong menolong telah mengakar dalam budaya bangsa kita. Reaksi beragam mencuat, mulai dari mengecam aksi sang pelaku, tabur bunga hingga doa bersama di TKP (Tempat Kejadian Perkara), imbasnya juga beragam, mulai dari yang negatif seperti jalanan macet hingga yang positif yakni tambahan rejeki bagi para pengusaha kaki lima. Namun, bagiku, opiniku, mungkin sedikit berbeda dengan teman-teman sesama bloggers, karena aku mencermatinya dari sisi ilmuku (baik a...